Nokia Siemens Hadirkan Server Hemat Energi di Dunia

JAKARTA - Nokia Siemens Networks umumkan server dengan tingkat konsumsi daya paling rendah untuk operator. Dengan konsumsi daya 59 watt per 100.000 pelanggan, Flexi NS terbaru merupakan server yang paling hemat energi di dunia.

Dikatakan pihak Nokia Siemens Network, server jaringan inti paket (packet core network server) ini diklaimmemiliki konsumsi daya paling rendah di pasar. Flexi NS juga memungkinkan operator untuk melayani lebih banyak pengguna perangkat pintar berkat kapasitas penanganan sinyal terdepan di pasar. Flexi NS terbaru ini akan tersedia untuk digelar secara komersial pada akhir tahun 2010. 

"Dengan meningkatnya penggunaan perangkat pintar, operator dituntut untuk mengurangi pemakaian energi dan menangani beban pensinyalan yang terus meningkat, selain harus tetap memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik," kata Petri Poyhonen, head of converged internet connectivity Nokia Siemens Networks, dalam keterangan resminya, Selasa (19/10/2010).

"Flexi NS kami yang terbaru tidak hanya mengatasi kedua masalah tersebut, tetapi juga membantu operator menurunkan investasi mereka karena dengan sebuah server jaringan mereka dapat melayani lebih banyak pengguna  perangkat pintar," ujarnya.

Flexi NS yang hemat energi ini bisa bekerja sebagai SGSN (Serving GPRS Support Node) untuk  jaringan 2G/3G/HSPA dan sebagai MME (Mobility Management Entity) untuk LTE. Flexi NS dibuat menggunakan platform standar industri berbasis-ATCA yang menerapkan berbagai peningkatan teknologi hardware terbaru.  Hal ini akan menjamin sinergi operasional bagi para operator jaringan, serta meningkatkan portofolio elemen jaringan inti paket yang hemat biaya dengan standar terbuka dari Nokia Siemens Networks.  Produk ini sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi 3GPP Release 8.

ATCA merupakan singkatan dari Advanced Telecommunications Computer Architecture (ATCA) adalah spesifikasi industri untuk peralatan komunikasi yang ditetapkan oleh PCI Industrial Computer Manufacturers Group (PICMG. Spesifikasi ini menetapkan pedoman standar terbuka untuk rancangan dan fabrikasi hardware telekomunikasi carrier-grade generasi berikut. AdvancedTCA and ATCA adalah merek dagang PICMG

Nokia Siemens Networks adalah vendor SGSN terkemuka  dengan basis terpasang melayani lebih dari 750 juta pelanggan di seluruh dunia. (srn) sumber

Vendor Akui Masih Bingung Definisi Tablet

JAKARTA - Akhir pekan lalu vendor PC Dell mengeluarkan produk layar sentuh berukuran 5 inci yang mereka sebut tablet Dell Streak 5. Hari ini, Samsung pun mengeluarkan produk yang tak jauh berbeda, dengan ukuran yang agak lebih besar, yaitu 7 inci. Bagi konsumen awam, tentunya sangat dibingungkan, apa sebetulnya patokan ukuran tablet itu?

"Semua vendor, bahkan yang berukuran 5 inci pun mengklaim kalau itu adalah tablet. Kami (Samsung) mengeluarkan produk 7 inci juga disebut tablet. Memang bingung menentukan berapa ukuran perangkat bisa disebut tablet karena di Amerika Serikat sendiri belum ada definisi yang jelas," tukas Head of Marketing HHP Business Samsung Electronics Indonesia Eka Anwar, di sela-sela peluncuran Samsung Tab, di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Selasa (19/10/2010).

"Bisa saja, Galaxy S kami yang berukuran 4 inci, dan hanya beda 1 inci dari vendor tetangga kami sebut sebagai tablet. Tapi kenyataanya, kami tetap menyebut itu sebagai smartphone. Karena pada dasarnya, semua kembali ke vendor itu sendiri," tambahnya.

Eka pun menambahkan, tablet saat ini belum bisa ditaruh sebagai pasar yang mandiri karena lembaga survei seperti JFK pun tidak mempunyai kategori khusus untuk tablet, dan Galaxy Tab pun masuk ke dalam kategori Smartphone.

"Yah mungkin sasaran tablet seperti Galaxy Tab ini mengisi celah antara smartphone dan PC karena smartphone kurang besar, PC kurang portabel," sebutnya lagi.

Saat ditanya mengenai prospek tablet di Indonesia, dengan diplomatis Eka mengatakan bahwa tablet smartphone ini tidak akan memberikan kontribusi yang terlalu signifikan karena pasar ini masih tergolong baru.

"Walaupun pada kenyataanya, Galaxy Tab ditujukan untuk profesional muda yang suka bekerja secara mobile, dan membutuhkan perangkat yang praktis," tandasnya. sumber

ZTE Light: Tipis, Ringan, Cukup Menggoda

Jakarta - Vendor manapun yang merilis tablet PC belakangan ini sepertinya akan selalu menempatkan iPad menjadi sasaran tembak. Tak terkecuali 'si anak baru', ZTE Light. Mampukah produk ini menembus bayang-bayang gadget Apple tersebut?

Dari tampilan eksterior, tablet PC yang memiliki sebutan SmartPad V9 ini memiliki desain yang cukup menggoda. Berbalut layar 7 inch membuat acara untuk membaca e-book atau sekadar berinternet ria bisa menjadi acara yang menyenangkan. Tampilan terlihat tak terlalu besar ataupun kekecilan.

Cover depan Light bercorak hitam, sedangkan bagian belakangnya menggunakan semacam lempengan. Ada tiga tombol utama di bagian bawah layar depan, yakni 'home', 'menu', dan 'back'.

Jenis kamera Light yang ditemui detikINET sejatinya ada dua versi. Pertama, ditempatkan di bagian kanan depan layar. Dilihat dari modelnya sepertinya ini ditujukan bagi mereka yang suka video conference.

Lalu ada versi kedua yang membenamkan kamera di bagian belakang atas cover. Nah, yang model kamera di belakang inilah yang bakal diproduksi secara massal. Namun ZTE tetap membuka kemungkinan untuk membuatnya secara custom.

Kembali ke soal kemampuan kamera. Ketika dijajal, kamera 3 megapixel yang disusupkan di Light terbilang cukup bertaji. Memang, ketika gambar bergerak bisa terjadi blur di sana-sini. Namun dalam keadaan normal, gambar yang tertangkap lumayan jernih,

Beralih ke layar sentuhnya, Light dikatakan pihak ZTE sudah mengusung teknologi touch capacitive. Penasaran, detikINET pun coba menyapukan jari-jemarinya di layar, perintah pun langsung dijalankan. Tak perlu tekanan jari yang kuat untuk mengoperasikannya.

Namun responsivitas Light sepertinya masih kalah dengan iPad. Hal ini dapat dilihat ketika detikINET ingin berganti halaman. Terasa agak seret, tak semulus gadget Apple tersebut. Satu hal yang disayangkan lagi adalah terkait dipilihnya OS Android 2.1 alias Eclair.

Sebab, sejumlah smartphone saja sudah banyak yang 'naik kelas' dengan melakukan upgrade ke Android 2.2 (Froyo). bahkan versi yang paling baru dari OS ini -- Android versi 3.0 (atau sebelumnya kami menyebut sebagai Android 2.3) -- pun siap menyapa pasar.

Baterai ZTE Light 'hanya' mampu bertahan 6-7 jam. Tapi tunggu, itu hanya dalam keadaan digunakan terus menerus sepanjang hari. Jadinya baterai tersebut tak dikasih istirahat. Kalau keadaan biasa bisa sampai 10 jam.

Sayang detikINET belum menjajal Light untuk melakukan panggilan telepon. Namun dengan berat 403 gram, perangkat ini cukup nyaman untuk digunakan untuk 'halo-halo'. Bentuknya tipis dan tidak berat.
( ash / eno ) sumber

Galaxy Tab, Tablet PC yang Patut Diperhitungkan

Jakarta - Samsung Galaxy Tab, merupakan produk pertama Samsung di ranah tablet PC. Berbekal dengan kecanggihan sistem operasi Android 2.2 (Froyo), produk ini diklaim bakal menjadi sebuah gadget yang handal.

Tak ubahnya seperti iPad yang coba mengisi kekosongan antara ponsel pintar dengan netbook, begitu pun Samsung yang memposisikan Galaxy Tab dikelas yang sama. Karena sebagai pendatang baru, produk tersebut memang memiliki segudang fitur yang lebih baik ketimbang tablet PC besutan Apple.

Disela-sela peluncurannya yang digelar di Ritz Carlton, Selasa (19/10/2010), detikINET bersama dengan beberapa wartawan lainya berkesempatan mencicipi Galaxy Tab. Seperti apa produk yang bakal menjadi pesaing tangguh iPad ini?

Fitur Mewah, Konektivitas Lengkap

Galaxy Tab terbilang memiliki beberapa fitur mewah yang jarang didapat pada tablet PC sekarang ini. Misal, sistem operasi Android Froyo, yang lebih responsif dibanding versi terdahulu.

Jeroan yang diusung produk ini pun tidak main-main, sebut saja penggunaan prosesor  Cortex A8 berkecepatan 1Ghz yang disandingkan dengan memori RAM sebesar 512MB. Dengan spesifikasi demikian, Galaxy Tab mampu mejalankan film berresolusi 1920 x 1080 tanpa masalah. Format film yang didukung piranti ini pun cukup lengkap seperti, DivX, XviD, MPEG4, H.264 dan lainnya.

Fitur lain yang tidak didapat pada iPad adalah kamera. Pada bagian belakang, Samsung Galaxy Tab memiliki kamera sebesar 3,2 megapixel dan 1,3 megapixel. Meski tidak terlalu bagus menangkap gambar pada ruangan yang gelap, namun kehadirannya termasuk faktor plus.

Konektivitas untuk berselancar di internet pun cukup lengkap. Mulai dari High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA), sampai WiFi 802.11n ada dalam produk yang dibanderol Rp 6,9 juta ini.

Bisa Buat Halo-halo Sampai Main Game

Meski terlahir sebagai keluarga tablet PC, namun Samsung Galaxy Tab masih bisa digunakan untuk melakukan panggilan layaknya ponsel. Eitts.. tapi jangan dulu berpikir pengguna bakal menelpon sembari menempelkan gadget berukuran 7 inchi ini ke telinga. Dengan headset khusus yang disertakan, berhalo-halo pada produk ini terbilang masih nyaman.

Pun demikian, di balik fungsinya sebagai alat komunikasi produk ini juga bisa diperdayakan sebagai konsol game portable. Dengan layar bejenis AMOLED yang diusungnya, bermain game dengan perangkat ini cukup menyenangkan dan menghibur. Meski hal tersebut harus ditebus dengan daya tahan baterai yang bakal merosot.

Memainkan game pun kian menyenangkan karena layar Samsung Galaxy Tab bakal merespon setiap sentuhan secara responsif. Walau tidak bisa dipungkiri, masih lebih mulus bernavigasi di iPad.

Spesifikasi umum:
  • Jaringan: GSM/HSDPA
  • Sistem operasi: Android Froyo
  • Layar: 7 inchi, 1024 X 600 pixel
  • Prosesor: Cortex A8 1 GHz
  • Memori: RAM 512MB, Memory internal 16GB dengan dukungan memori eksternal hingga 32GB
  • Ukuran: 190,09 X 120,45 X 11,98mm
  • Bobot: 380gram
  • Baterai: 4000mAH
  • Kisaran harga: Rp 6,9 juta
sumber
  •  

Storm Sentinel, Mouse Gaming yang Bongsor

Jakarta - Di jagad peripheral komputer, nama Cooler Master (CM) mungkin sudah tidak asing lagi. Pabrikan yang bermarkas di Taiwan itu banyak dikenal dengan beragam produknya seperti casing komputer, pendingin prosesor, dan power supply.

Khusus untuk seri Storm yang menyasar kaum penggila game, CM mengeluarkan 2 varian mouse yakni Sentinel Advance dan Inferno. Sentinel Advance memiliki sensor laser 5.600 dots per inchi (dpi), sedangkan Inferno hanya 4.000 dpi.

Dari segi kemasan, Sentinel layaknya mouse untuk gaming lainnya. Menggoda! Dengan plastik transparan, kita bisa melihat bentuk dan lekukan Sentinel dengan jelas. Di kemasan belakangnya tertera spesifikasi singkat produk ini, dan yang lebih menarik, mouse ini memiliki kabel ilapisi kain sehingga tidak mudah putus atau tertekuk.

Tapi sayangnya, paket bawaan yang diberikan CM tergolong sederhana. Hanya CD driver, tutup lubang casing untuk pengaturan kabel, dan 3 stiker tebal untuk alas mouse. Sedikit mengecewakan, poin minus nih untuk mouse yang dibanderol di kisaran Rp 600 ribu ini.

Sentinel bisa langsung digunakan layaknya mouse biasa, tinggal colok terus lampu LED di atas dan di depannya langsung bersinar. Begitu juga layar OLED yang menampilkan logo CM dan angka DPI yang sedang aktif.

Setelah driver diinstall, kemampuan mouse yang terdiri dari 5 tombol tambahan itu baru benar-benar terlihat. Kita bisa memodifikasi warna yang memancar keluar dari LED, ada merah, hijau, biru, kuning, merah muda, biru laut, dan putih. Asyiknya, LED atas dan depan bisa diatur masing-masing secara sesuka hati kita.

Mouse yang berwarna hitam solid ini bisa menyimpan 5 profile penggunaan. Kita bisa mengatur warna LED, tingkat DPi yang berbeda di setiap profil tersebut. Ada juga pengaturan sistem makro yang gunanya untuk merekam kombinasi tombol mouse dan tuts keyboard untuk sebuah perintah tertentu.

Berat Sentinel dapat diatur sesuai kebutuhan kita. Ada 5 buah besi seukuran baterai jam yang tersimpan di bagian bawah mouse yang masing-masing beratnya 4,5 gram.

Layar OLED yang Menggoda

Bak sebuah kosmetik yang memoles wajah, layar OLED yang terpasang di bagian atas mouse seperti menarik mata orang untuk melihatnya. Di layar itulah terpampang angka DPI yang sedang berfungsi dan logo CM.

DPI bisa diubah lewat sistem lewat komputer atau dengan langsung di mouse secara cepat, voila! Tergantung penggunaannya, jika sedang main game yang butuh pergerakan cepat macam FPS maka gunakanlah DPI tinggi. Namun bila hanya untuk penggunaan harian atau game strategi bisa dipilih DPI rendah.

Sentinel memiliki DPI maksimal 5.600 dan minimal 800. DPI yang tinggi itu bisa diraih oleh sistem sensor twin laser yang menjadi salah satu keunggulan Sentinel. Perpindahan kursor terasa smooth menjelajahi layar monitor, baik itu sedang dalam DPI rendah maupun tinggi.

Satu lagi, kita bisa mengganti logo CM di OLED dengan logo lainnya. Bisa dengan logo clan atau lainnya. Tinggal upload via software bawaannya, dan berubah!

Sayang, Ukurannya Kebesaran

Dengan berbagai macam pernak-pernik fitur, CM Sentinel tetaplah bukan produk yang 100 persen sempurna.

Memang, ukuran Sentinel sepertinya agak terlalu besar untuk kebanyakan ukuran tangan Indonesia. Roda scroll di bagian tengah terasa sedikit jauh dari jangkauan.

Satu hal lagi adalah mouse ini tidak ambidextrous, alias tidak dibuat untuk pengguna tangan kidal. Jadi kalau Anda pengguna kidal, sangat disarankan untuk tidak menggunakan Sentinel.sumber

BlackBerry Torch, Jawaban Atas Tantangan iPhone dan Android

Jakarta - Produk jawaban BlackBerry atas tantangan iPhone dan Android telah tiba. Namanya adalah BlackBerry Torch 9800 yang sekaligus hadir sebagai produk dengan BlackBerry OS 6 pertama.

Secara umum ada beberapa fitur tambahan yang membuat perangkat ini terasa berbeda dari handset-handset BlackBerry sebelumnya. Alhasil hal ini makin menjelaskan bahwa Torch merupakan produk yang hadir untuk 'menantang' kesaktian iPhone dan Android. Marilah kita simak beberapa poin-poin penting BlackBerry Torch.


Desain dan Fitur

Dari bentuknya yang revolusioner, Torch merupakan perpaduan antara Storm dan Onyx yang hadir dengan kenyamanan layar sentuh dan keypad QWERTY slide fisik. Dengan bentuk tersebut, handset ini jadi terasa lebih panjang ukurannya jika dibanding iPhone 3GS, Samsung Galaxy S, atau HTC Desire.




Berbekal layar 3,2 inchi, produk ini memiliki ukuran layar sama besarnya dengan Strom -jika ditutup. Namun jika dibanding kompetitor lainnya, layar Torch masih tampak lebih kecil. Pasalnya iPhone terasa lebih lega dengan layar 3,5 inchi. Apalagi jika dibanding ponsel Android Samsung Galaxy S yang memiliki ukuran layar 4 inchi.



Yang membuat ponsel ini sedikit 'kurang' mungkin adalah prosesornya yang hanya 624 Mhz. Pasalnya beberapa smartphone super saat ini memiliki prosesor sebesar 1Ghz. Namun hal itu tak membuat performa Storm 'ngehang' saat digunakan secara multitasking.

BlackBerry tetap BlackBerry. Saat ponsel pintar lain berlomba-lomba megusung fitur perekaman video resolusi tinggi, Storm hanya memiliki kualitas perekaman VGA. Untungnya produk ini dibekali dengan kamera 5 megapixel serta 3G tethring

Untuk urusan sisi kendali responsif, BlackBery merupakan salah satu ponsel pintar yang bisa diandalkan. Walau telah hadir dengan layar sentuh, namun ponsel ini tetap memiliki touchpad. Sedkit aneh memang saat kita belum biasa mengkombinasikan layar sentuh dan touchpad. Saat dirasakan detikINET, secara umum layar Torch lebih responsif tak seperti seri Storm II terdahulu. Cukup nyaman dan tidak perlu sedikit ditekan layaknya Storm.

Kemudian untuk urusan desain keypad, produk ini sedikit menyulitkan pengguna berjari-jari besar. Pasalnya desain slide yang diusungnya malah membuat produk ini terasa mengganjal saat digunakan untuk mengetik. Apalagi dengan jenis tonjolan keypad yang lebih datar ketimbang Onyx. Layaknya Storm, Torch pun hadir dengan virtual keypad yang terasa lebih nyaman.



Rasa Baru BlackBerry OS 6


BlackBerry OS 6 yang hadir dengan rasa baru merupakan penyempurnaan dari OS BlackBerry terdahulu. Nah, kesan pertama dari homescreen baru ini adalah ikon-ikon aplikasinya yang bisa  digeser ke atas dan ke bawah layaknya tampilan Android.
blackberry-os-homescreen

Adapun untuk pengalaman multimedia pengguna, OS 6 dilengkapi tool universal search baru serta browser berbasis WebKit baru yang diklaim mampu me-render halaman web dengan cepat. Semua itu kian menambah performa BlackBerry saat menghandle halaman HTML.

Selain itu, OS 6 hadir dengan fitur multitouch. Mungkin ini adalah salah satu elemen dari jawaban BlackBerry akan tantangan iPhone dan Android. Dengan ini pengguna lebih asyik saat melakukan pinch to zoom pada foto, browser, ataupun maps.

Layaknya iPhone, tampilan BlackBerry OS 6 juga terasa smooth saat jemari menggeser ikon-ikon aplikasi, email, atau beberapa hal lainnya. Ini semua karena BlackBerry OS 6 menambahkan program bernama 'momentum' untuk menambah performa scrolling yang makin mulus.

Tampilan media player OS 6 ini juga tergolong baru. Cover depan album hadir menghiasi lagu-lagu yang didengarkan pengguna. Hal menambah nuansa baru dalam performa audio BlackBerry.

blackberry-os-6-media-player 

Performa Video dan Audio

Jika dibandingkan dengan iPhone dan Android, Torch dengan tampilan menu BlackBerry OS 6 nya tak kalah menarik. Walau secara umum ukuran layar menu Torch lebih kecil dari kedua kompetitornya, namun ponsel ini tetap enak saat digunakan untuk menyakiskan video streaming pada YouTube.

Sayangnya saat dijajal, detikINET tak menemukan opsi untuk menyaksikan YouTube secara full HD layaknya beberapa ponsel pintar terkini. Saat pengguna membuka tampilan menu YouTube, mereka bakal langsung dibawa ke tampilan menu web YouTube.

Untuk urusan audio, sepertinya Torch masih sama kualitasnya seperti handset BlackBerry sebelumnya. Saat digunakan untuk mendengarkan file .mp3, rasanya suara musik yang keluar dari speaker handset ini sama renyahnya dengan BlackBerry Onyx.


Kesimpulan: Siapa Yang Cocok Menggunakan Torch?


BlackBerry selama ini memang memiliki reputasi sebagai handset kantoran. Dengan layanan BlackBerry Enterprise Server (BES), atau BlackBerry Internet Service (BIS) handset tersebut seolah memiliki kekuatan tersendiri bagi penggunanya. Jika sudah jelas posisinya, maka siapa lagi kalangan yang tepat menggunakan produk ini selain kelas korporat.

Walau bagaimanapun, di Indonesia tren penggunaan BlackBerry memang meningkat di kalangan muda. Hal itu membuat handset ini sangat nyaman digunakan untuk kebutuhan jejaring sosial. Apalagi handset bestan RIM tersebut memiliki BlackBerry Messenger (BBM) yang memiliki value tersendiri di kalangan muda-mudi.

Nah, sekarang tergantung kebutuhan mereka sendiri. Apakah BlackBerry Torch non-operator yang dibanderol sekitar Rp 6 jutaan tepat jika hanya digunakan untuk kebutuhan jejaring sosial ? Semua berbalik ke selera pengguna.


Kelebihan:
+ Blackberry OS 6
+ Layar Kapasitif
+ Sentuhan responsif

Kekurangan:

- Prosesor 624 Mhz Sedikit tanggung
- Resolusi Perekaman Video Hanya VGA


Spesifikasi:

- Prosesor    : 624 Mhz
- OS            : Blackberry OS 6
- RAM         : 512 MB
- Storage    : Internal 4 GB + Micro SD up to 32 GB
- Display     : Layar Kapasitif 3.2 inchi (360x480)
- Baterai     : Lithium Ion 1300mAh
- Kamera    : 5MP, 2X zoom, autofokus, face detection, image stabilization sumber

Android Cenderung Dipilih Konsumen Ketimbang iPhone

Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
CALIFORNIA - Dalam kirin waktu enam bulan, pembeli smartphone di AS lebih condong untuk memilih Android ketimbang iPhone.

Platform Android saat ini telah dengan kuat menyaingi produk-produk Apple. Perilisan dari OS Froyo (Android 2.2) cukup membuktikan hal itu. Demikian seperti yang dikutip dari Mashable, Sabtu, (16/10/2010).

Ponsel Android jangkauannya luas, mulai dari model-model yang murah seperti Motorola Charm, sampai ke yang canggih macam Droid-X dan Galaxy S.

Semua faktor tersebut, ditambah dengan keberagaman jaringan dan harga yang terjangkau, membuat ponsel Android berada di posisi terdepan untuk pembeli ponsel baru tahun ini.

Data dari Nielsen menunjukkan meski peluncuran iPhone 4 sangat sukses, perangkat Android masih menguasai 32 persen pasar pembeli baru smartphone dari bulan Januari dan Agustus 2010.

Meski Android belum bisa disebut sebagai OS mobile-phone nomor satu, tapi Android sudah menjadi pilihan populer untuk smartphone. iPhone mengalahkan Android selama beberapa tahun dan Android belum menjadi sedemikian kompetitif sampai saat ini.

Secara keseluruhan, Android masih menduduki tempat ketiga, di belakang iPhone dan Blackberry. Bagaimanapun, angka-angka ini akan terus berubah mengikuti tren yang berkembang.
(srn