skip to main |
skip to sidebar

9:18 PM
NEW YORK - Tidak perlu heran jika anda melihat ratusan orang rela mengantri salam berjam-jam demi mendapatkan produk Apple terbaru. Berdasarkan studi ilmiah, dedikasi serta fanatisme penggemar Apple tak ubahnya seperti kecintaan seorang terhadap agama yang dianutnya.
Stasiun televisi ternama BBC baru-baru ini menyiarkan dokumenter, 'Secrets of Superbrands', yang meneliti bagaimana sebuah brand memiliki pengaruh signifikan terhadap kehidupan konsumen. Pada dokumenter itu, seorang penggemar fanatik Apple menjalani pemindaian MRI yang bisa menunjukkan cara kerja otaknya ketika melihat produk Apple dan brand lain.
Penggemar itu, Alex Brooks, merupakan seorang editor World of Apple yang memang sangat terobsesi dengan raksasa teknologi asal Cupertino. Peneliti kemudian menemukan ketika melihat gambar produk Apple, reaksi otak Brooks serupa seperti reaksi penganut agama yang taat saat melihat hal-hal yang berkaitan dengan agama mereka. Demikian seperti dilansir CNN, Jumat (20/5/2011).
"Kami melihat terjadi banyak perubahan dalam otaknya ketika dia (Brooks) melihat produk-produk Apple, itu sungguh luar biasa," cetus Gemma Calvert dari ahli syaraf di University of Warwick.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fanatisme seseorang terhadap agama ataupun brand ternyata berasal dari bagian otak yang sama. Ini berlaku bukan saja untuk pecinta Apple, melainkan semua orang yang memiliki loyalitas luar biasa terhadap brand apapun.
Artinya, bisa disimpulkan bahwa untuk meraih sukses, perusahaan harus mampu menemukan cara mengaktifkan bagian otak tersebut. Dengan cara itu, perusahaan akan memiliki konsumen yang setia dan selalu menantikan produk-produk terbaru mereka.
(van)