Google Maps di Indonesia Buram Karena Awan

Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
Chief Technology Advocate Google Michael Jones (Foto: Ahmad Taufiqurrakhman / okezone)
Chief Technology Advocate Google Michael Jones (Foto: Ahmad Taufiqurrakhman / okezone)
JAKARTA - Mengapa dari sekian banyak negara di dunia yang tampil di Google Map, hanya Indonesia yang tampilan petanya buram? Menurut Google, hal tersebut disebabkan oleh awan.

"Awan menghalangi pantauan satelit yang akan mengambil foto untuk wilayah Indonesia," ujar Michael Jones, Chief Technology Advocate Google, di Jakarta, Senin (23/5/2011) malam.

Michael mengatakan bahwa iklim dan kondisi geografis lah yang membuat banyak awan di langit Indonesia. "Dan hal ini merupakan fenomena alam yang terjadi sejak jutaan tahun yang lalu, tidak ada yang bisa kami lakukan untuk hal ini," ungkapnya.

Tapi pihak Google pun menawarkan solusi atas masalah ini. "Pihak pemerintah bisa meminta kami untuk mengambil foto wilayah Indonesia di bawah awan dengan menggunakan pesawat. Namun hal itu tentunya membutuhkan dana operasional yang sangat besar, karena jangkauan wilayah yang diliput pesawat tentunya tidak akan seluas satelit," paparnya.

Meskipun begitu Michael Jones mengatakan bahwa Google akan terus meningkatkan kualitas layanan Google Maps-nya.

"Foto-foto wilayah di Google Maps terus kami perbaharui demi kepuasan pengguna," pungkas Jones.

Google Maps adalah aplikasi layanan pemetaan dari Google, yang dulunya masih bernama Google Local. Layanan tersebut diluncurkan pertama kali pada tahun 2005.
(van)

Terlalu Populer, Mac Jadi Sasaran Virus

Defanie Arianti - Okezone
Mac menjadi sasaran empuk hacker dalam menyebarkan virus
Mac menjadi sasaran empuk hacker dalam menyebarkan virus
CALIFORNIA - Selama ini Apple selalu membanggakan komputer Mac miliknya berkat kekebalannya terhadap virus dan malware. Namun semakin banyaknya pengguna yang beralih ke Mac menjadikan komputer itu sebagai sasaran empuk penyebaran virus oleh hacker.

Juru bicara untuk firma keamanan komputer Sophos, Graham Culey, mengklaim bahwa dalam beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan jumlah malware yang ditujukan kepada Mac.

"Karena pengguna Mac tidak menggunakan proteksi antivirus, mereka mudah menjadi target. Mac menjadi korban akibat kesuksesan mereka sendiri," cetus Culey sebagaimana dikutip Daily Mail, Selasa (24/5/2011).

Salah satu malware untuk komputer ikonik Apple itu adalah Mac Defender, yang didistribusikan menggunakan berbagai nama, termasuk Mac Protector. Malware ini masuk ke komputer Mac melalui hasil Google Image palsu atau pop-up di internet yang mengklaim pengguna bahwa komputer mereka terinfeksi virus dan mereka harus mengunduh software antivirus untuk menghapusnya.

Joel Esler dari Sourcefire Vulnerability Research Team menjelaskan bahwa Mac Defender terlihat seperti aplikasi asli untuk sistem operasi Mac OS X.

"Tidak ada tanda-tanda mencurigakan kalau Mac Defender sebenarnya adalah malware. Tidak ada kata-kata yang salah eja, pengaturan katanya juga bisa diterima pembaca umum," ungkap Esler.

"Kita sering melihat malware semacam ini di sistem Windows. Tapi saya pikir para pengguna Mac tidak memiliki banyak pengalaman dalam penyebaran virus seperti ini," tutupnya.
(van)

Street View di Indonesia Menunggu Restu Pemerintah?

Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
Google Street View
Google Street View
JAKARTA - Street View merupakan salah satu teknologi yang ada di dalam Google Maps dan Google Earth, namun hingga kini layanan tersebut belum ada di Indonesia. Padahal begitu banyak pengguna Google di Indonesia.

Menanggapi hal itu, pihak Google mengatakan bahwa ketersediaan layanan tertentu dikembalikan lagi ke pemerintah di negara yang bersangkutan.

"Untuk menerapkan teknologi Street View di suatu negara, kami dari pihak Google tentunya harus mendapat persetujuan dari pemerintah yang bersangkutan," ujar Michael Jones, Chief Technology Advocate Google, di Jakarta, Senin (23/5/2011).

Michael menjelaskan bahwa dalam usaha penerapan sebuah teknologi Google (dalam hal ini Street View) di suatu negara, biasa mereka yang menawarkannya ke pemerintah yang bersangkutan, apakah itu nantinya disetujui atau tidak.

"Karena untuk Street View, kita perlu menaruh mobil-mobil Street View di negara yang bersangkutan. Hal tersebut tentunya membutuhkan perizinan di negara yang bersangkutan," jelasnya.

Ketika disinggung mengenai isu pelanggaran privasi yang banyak didapat oleh Street View di beberapa negara, Michael Jones menjawabnya bahwa hal tersebut sebenarnya bukanlah sebuah hal besar.

"Oke, kita ambil contoh Jerman. Di negara tersebut pengguna Street View sangat besar. Namun karena beberapa orang di pemerintahan mereka ada yang tidak suka, maka hal tersebut menjadi hal yang besar. Begitu pula di negara lain. Lalu isu tersebut menjadi besar juga karena peran media," papar Michael.

"Jadi apabila Street View mendapat tentangan di suatu negara, bukan berarti seisi negara membenci layanan tersebut. Hal tersebut lebih merupakan permasalahan dari pemerintah yang bersangkutan," tambahnya.

Michael juga menambahkan bahwa sekarang di Street View ada opsi bagi pengguna untuk menayangkan atau tidak foto dari suatu lokasi jalan.

Saat ini layanan Street View dari Google sudah tersedia di beberapa negara Eropa, Amerika, Antartika, Afrika dan Oseania.
(van)

Xbox 360 Bakal Dukung Penuh Game 3D?

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
SAN FRANCISCO - Sebuah laporan baru mengklaim kalau Microsoft akan meluncurkan secara penuh kemampuan teknologi stereoscopic 3D untuk konsol game andalannya Xbox 360 pada acara E3, yang digelar Juni mendatang.

Menurut Eurogamer, dukungan 3D stereo diharapkan dapat bekerja persis seperti efek 3D PS3, dengan dukungan penuh HDMI 1.4 stereoscopic 3D dalam konfigurasi 1280x1470 720p frame.

"Mesin tidak hanya sangat mampu, bahkan lebih mampu dari PlayStation 3 yang mendukung konten 3D," kata salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya, seperti dilansir TG Daily, Selasa (24/5/2011).

Seperti yang Anda ingat, sejumlah kecil game Xbox 360 saat ini mendukung apa yang "stereoscopic 3D," termasuk Crysis 2 dan Treyarch Crytek's, Call of Duty: Black Ops.

Sayangnya, Microsoft telah menolak untuk mengkonfirmasi atau membantah laporan yang disebutkan di atas, raksasa software tersebut mengatakan bahwa mereka tidak perlu mengomentari rumor atau spekulasi. (tyo)

Tsunami & Hacker Rugikan Sony USD3,2 Miliar

Defanie Arianti - Okezone
Sony diprediksi merugi hingga USD3,2 miliar akibat bencana Tsunami dan serangan hacker
Sony diprediksi merugi hingga USD3,2 miliar akibat bencana Tsunami dan serangan hacker
TOKYO - Raksasa elektronik Sony Corporation diperkirakan mengalami kerugian hingga USD3,2 miliar menyusul bencana Tsunami dahsyat yang menghantam Jepang serta serangan hacker terhadap layanan game online-nya.

Hal itu diutarakan Sony menjelang pengumuman hasil pencapaian perusahaan di Tokyo Stock Exchange pada Kamis (26/5/2011) nanti. Prediksi ini bertolak belakang dari proyeksi Sony sebelumnya yang menyebut pihaknya bakal menerima keuntungan sebesar 70 miliar yen, atau USD860 juta.

Seperti kebanyakan manufaktur Jepang lainnya, Sony ikut menderita akibat bencana Tsunami yang menewaskan sekira 25 ribu penduduk Jepang pada 11 Maret lalu. Chief Financial Officer Sony Masaru Kato mengklaim masalah kekurangan suku cadang akibat bencana alam itu sudah bisa diatasi, meski kondisinya belum pulih benar.

"Di kuartal pertama kami melihat dampak yang begitu besar terhadap aktivitas manufaktur kami," jelas Masaru sebagaimana dilansir Yahoo News, Selasa (24/5/2011).

Meski begitu, Sony tidak mengubah prediksi keuntungan operasional mereka yang mencapai 200 miliar yen (USD2,46 miliar). Mereka juga mengharapkan terjadinya penjualan sebesar 7,18 triliun yen (USD88,2 miliar). Angka ini mengalami sedikit penurunan dari prediksi awal yaitu 7,2 triliun yen (USD88,5 miliar).

Selain bencana Tsunami, Sony juga mengalami kerugian besar akibat serangan hacker terhadap PlayStation Network yang menyebabkan layanan ini offline hingga nyaris sebulan serta informasi dari sekira 100 juta akun pengguna bocor ke tangan hacker.
(van)

Dedengkot Internet Kumpul di Paris

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Ilustrasi
Ilustrasi
PARIS- Para penggerak dan pelopor dari dunia Internet berkumpul di Paris untuk sebuah forum dua hari yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Mereka rencananya akan membahas dunia digital yang semakin berkembang.

Salah satu diantara yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah pendiri Facebook Mark Zuckerberg, pejabat senior Google Eric Schmidt dan CEO News Corp Rupert Murdoch. Rencananya para dedengkot teknologi itu akan bertemu Sarkozy untuk memberikan masukan di sebuah forum G8 yang dirancang untuk membantu dia membuat tanda peraturan internet.

Acara ini sempat disindir beberapa pihak, pasalnya internet berkembang secara terpusat di Silicon Valley, Amerika Serikat, yang membuat 'iri' banyak pengusaha di Eropa, karena merupakan ancaman yang serius dari cengkraman negara adidaya tersebut.

Schmidt, dalam peran barunya sebagai ketua eksekutif dengan tanggung jawab untuk lebih mendekat kepada pemerintah sejak menyerahkan ke Google kepada co-founder Larry Page sebagai chief executive bulan lalu, berusaha menenangkan kekhawatiran tersebut dalam kolom surat kabar Perancis.

"Beberapa orang tampaknya berpikir bahwa ramuan ajaib memimpin penciptaan Silicon Valley dan perusahaan yang berkembang di sana, "tulis dia di Le Monde, yang dikutip Reuters, Selasa (24/5/2011).

"Tapi dengan Internet, semua orang dapat menjadi katalisator untuk perubahan," tambahnya. (tyo)

Symantec: Kematian Osama Picu Serangan Phising

JAKARTA - Kematian Osama Bin Laden dalam sebuah operasi yang dipimpin CIA di sebuah rumah di Abbottabad, Islamabad utara, ternyata juga memicu adanya serangan phising selama bulan Mei 2011.

Menurut laporan bulanan Symantec, berita yang menargetkan tokoh terkenal sering digunakan dalam email penipuan. Dalam contoh spam ini, pesan disusupi dengan menggunakan berita kematian Osama.

Potongan berita disisipkan dalam sebuah tag HTML <judul> yang tidak terlihat oleh pengguna. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh fakta bahwa spammer menggunakan feed berita resmi untuk mengacak isi di dalam pesan.

Link yang tersedia di dalam pesan tidak berhubungan dengan berita dan mengarahkan pengguna ke sebuah situs promosi seperti yang terlihat pada gambar di sini (kanan).

Contoh spam lain adalah sebuah email penipuan jenis 419 dimana frase “Osama Tewas” digunakan pada bagian akhir baris subyek “Subyek: BERITA BAIK DARI ROBERT SWAN MUELLER III (OSAMA TEWAS).” Pengguna internet mungkin cukup penasaran untuk membaca setiap artikel berita yang berkaitan dengan operasi yang dilakukan terhadap Osama.

Symantec juga melihat serangan spam terkait dalam berbagai bahasa. Dalam contoh spam berbahasa Portugis ini, pesan mengklaim menampilkan rekaman tersembunyi saat kematian Osama.

Sepertinya spammer gagal menambahkan link berbahaya di dalam pesan. Dahulu perusahaan ini pernah melihat pesan seperti yang ditunjukkan di bawah ini melakukan kegiatan berbahaya dalam bentuk mengunduh file biner dan menginfeksi komputer.

Mengikuti pola yang ada, kami mengamati lebih banyak pesan resmi daripada spam segera setelah kematian. Meskipun demikian, setelah 24-48 jam kami melihat lebih banyak serangan spam terarah dan canggih yang memanfaatkan kejadian ini.

Pada contoh ini, spammer  meniru sebuah organisasi berita besar dan mengirimkan email yang mengklaim menampilkan foto dan video tanpa sensor dari serangan itu. Demikian yang dilansir melalui keterangan resminya, Selasa (24/5/2011).

Situs phishing tersebut menunjukkan sebuah video auto-running terkait Bin Laden dalam sebuah iframe dan menanyakan pengguna untuk mengklik link untuk mengunduh “keseluruhan” video. Dengan mengklik link itu akan memungkinkan untuk mengunduh sebuah file .exe yang terdeteksi sebagai Downloader:

Global Intelligence Network Symantec mengamati beberapa contoh spam berbahaya dalam berbagai bahasa termasuk Portugis, Perancis, dan Spanyol.

Link dalam email spam ini menginfeksikan Downloader ke komputer korban, yang pada akhirnya mengunduh program jahat yang sebenarnya. Analisa lebih lanjut dari serangan ini menunjukkan bahwa sebagian besar serangan berbahaya berasal dari Brasil, Eropa, dan Amerika Serikat. Berikut adalah daftar subyek yang digunakan dalam serangan ini, yang mengacu ke video dan foto Osama Bin Laden. (tyo)