Jakarta - PT XL Axiata Tbk. (XL) melaporkan kinerja kuartal pertama 2011 dengan pendapatan usaha meningkat sebesar 9% year on year menjadi Rp 4,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp 756 miliar.
Sementara EBITDA mencapai Rp 2,4 triliun, dimana EBITDA margin tetap stabil di level 52% pada akhir Maret 2011. Selain itu jumlah pelanggan bertambah sebesar 21% dari 32,6 juta di Q1 2010 menjadi 39,3 juta di Q1 2011.
Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, tarif untuk voice dan SMS sudah sangat rendah, ia melihat tidak ada benefitnya untuk menurunkan tarif lebih dalam karena elastisitasnya sudah tidak ada lagi.
"Kami tidak berniat untuk terlalu agresif dalam merespon kompetitor kami. Dengan meningkatnya popularitas layanan Mobile Data Service (MDS), kami mengharapkan sumber pertumbuhan pendapatan dikemudian hari berasal dari layanan MDS," ujar Hasnul, dalam keterangannya, Jumat (29/4/2011).
Untuk tahun 2011, XL memperkirakan untuk menyalurkan sekitar Rp 5 triliun belanja modal (capital expenditure) dimana sekitar sepertiga di antaranya akan dialokasikan untuk layanan data/3G. Sampai dengan akhir Maret 2011 sendiri, XL telah memiliki 23.267 BTS (2G/3G).
Selama Q1 2011, XL melakukan pembayaran pinjaman dipercepat sebesar Rp 900 miliar dan juga pembayaran pinjaman yang sudah jatuh tempo sebesar USD 15,3 juta menggunakan arus kas internal, sehingga saldo pinjaman menurun dari Rp 13,1 triliun di Q1 2010 menjadi Rp 9,1 triliun di Q1 2011 dengan rasio Hutang Bersih (Hutang berbunga dikurangi Kas)/EBITDA sebesar 0.9x.
Dalam RUPS dan RUPSLB XL pada 14 April 2011 lalu telah disetujui penggunaan dana sebesar Rp 911,5 miliar atau 30% dari laba bersih 2010 yang dinormalisasi, atau ekuivalen dengan Rp 107/lembar saham untuk dividen tunai. Dividen tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham XL pada akhir bulan Mei 2011.
RUPS juga menerima pengunduran diri dari YBhg Dato' Yusof Annuar bin Yaacob sebagai anggota dari dewan komisaris dan menunjuk Dr. Muhammad Chatib Basri sebagai anggota baru dari dewan komisaris dan Yasmin Stamboel Wirjawan sebagai komisaris independen.
Selain itu, RUPSLB pun menyetujui rencana XL untuk mengeluarkan saham insetif sebagai program insentif jangka panjang (Long Term Incentives Program/LTI) periode 2010-2015 dengan jumlah maksimal sebanyak 170.160.000 lembar saham.
XL Raup Laba Rp 756 Miliar dan 39,3 Juta Pelanggan
5:15 AM