Duel Hacking Iran vs China
PERTEMPURAN tak melulu harus terjadi di darat Di era digital seperti saat ini, perang berpindah lahan ke ranah maya. Salah satunya adalah perang hacking antara Iran dan China yang terjadi belum lama ini. Iran memancing perang dengan menyerang Baidu-search engine terbesar China pada pertengahan Januari lalu. Angkatan darat Iran juga menyerang Twitter-situs microblogging yang digunakan oleh pendukung oposisi Iran-pada bulan Desember silam. Tidak ada alasan jelas mengenai hal itu.
Saat berita ini kami tulis, Baidu sudah berjalan normal seperti sediakala, setelah tiga setengah jam diarahkan ke sebuah situs Angkatan Darat Cyber Iran dan menampilkan bendera Iran. Sementara itu, banyak pengguna Baidu yang sudah terinfeksi malware sebagai akibat dari serangan yang dilancarkan Iran.
Graham Cluely (konsultan senior teknologi, Sophos) pun angkat bicara. Menurutnya masalah tersebut tidak menjelaskan apakah Baidu memang diserang, seperti pada kasus serangan ke Twitter melalui rekaman DNS. Jika catatan website DNS menyimpang, akan terbuka peluang bagi hacker untuk mengarahkan ulang pengguna (yang mengetik alamat www.baidu. com di browser mereka) ke web server yang berada di bawah kendali si hacker.
Serangan tersebut juga memicu pembalasan dari hacker China, dengan target secara acak. Hal itu kemungkinan besar karena sebagian situs web Iran berada di Persia. Pada situs pemasok PC Room 98 muncul pesan yang berbunyi Tm very sorry for this Testing!.., This morning your Iranian Cyber Army intrusion our baidu.com... So im very unfortunate for you.. Dont intrusion chinese website about the United States authorities to intervene the internal affairs of Irans response... This is a warning!". Pesan tersebut ditandatangani oleh Honker Union atau lebih dikenal sebagai persatuan hacker nasionalis China yang juga menyerang situs-situs di Amerika Serikat, (indah pmj
Duel Hacking Iran vs China
4:40 AM